Sabtu, 04 Februari 2017

MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA (prinsip-prinsip dasar media pembelajaran kimia)



Prinsip-prinsip dasar media pembelajaran kimia
prinsip pemanfaatan manajemen pengembangkan media pembelajaran yang perlu diperhatikan secara serius seperti berorientasi pada tujuan pembelajaran, terpogram, terarah, bisa dimonitoring, dievaluasi, terukur, peluang memudahkan daya serap pebelajar, menjadikan pelajaran diterima oleh pebelajar, memungkinkan timbulnya rangsangan, menggerakkan apresiasi pebelajar, pelajaran menjadi menarik, kegiatan belajar mengajar dinamis dan menyenangkan.
Selanjutnya pemanfaatan media pembelajaran pada setiap kegiatan belajar mengajar, bahwa media pembelajaran digunakan dan diarahkan untuk mempermudah pebelajar belajar dalam upaya memahami materi pelajaran (Sanjaya, 2009). Dalam hal ini media pembelajaran memunculkan peluang untuk bisa digunakan sebagai pengantar pesan pembelajaran.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, 
yaitu :
1) Perlu adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran.
Pemilihan media pembelajaran itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburan saja untuk mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok, atau individu, apakah sasarannya peserta didik tingkat TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, atau pebelajar pada SD Luar Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. Tujuan tersebut akan memiliki kaitan dengan perbedaan warna, gerak atau suara. Misalnya proses kimia (farmasi), atau pembelajaran pembedahan (kedokteran).
2) Karakteristik Media Pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki pembelajar dalam kaitannya pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan pada pembelajar untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi.
3) Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media pembelajaran yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan.
Dengan demikian, pembelajar dapat menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih, jika terdapat beberapa media yang dapat dibandingkan. Selain yang telah disampaikan diatas, prinsip pemilihan media pembelajaran yaitu : Tujuan, Keterpaduan, Keadaan peserta didik, Ketersediaan, Mutu Teknis, Biaya.
Selanjutnya yang perlu kita ingat bersama bahwa tidak ada satu mediapun yang sifatnya bisa menjelaskan semua permasalahan atau materi pembelajaran secara tuntas. Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran yang merujuk pada pertimbangan seorang pembelajar dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan mengajar.
Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Rumampuk (1988) mengungkapkan bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah:
1. Perlu diketahui dengan jelas media itu dipilih untuk tujuan apa.
2. Pemilihan media perlu secara objektif, bukan semata-mata didasarkan atas kesenangan pembelajar atau sekedar sebagai selingan atau hiburan. Pemilihan media itu benar-benar didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas belajar peserta didik.
3. Tidak ada satupun media dipakai untuk mencapai semua tujuan. Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan. Untuk menggunakan media dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya dipilih secara tepat dengan melihat kelebihan media untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.
4. Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan metode mengajar dan materi pengajaran, mengingat media merupakan bagian yang integral dalam proses belajar mengajar.
5. Untuk dapat memilih media dengan tepat, pembelajaran hendaknya mengenal ciri-ciri dan masing-masing media,
6. Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan kondisi fisik lingkungan.

Prinsip umum yang dipakai sebagai pedoman penggunaan media intruksional, antara lain:
1. Penggunaan media pembelajaran bukan berarti mengurangi pentingnya keberadaan pembelajar di kelas atau sebagai pengganti pembelajar dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas. Media berfungsi sebagai alat belajar.
2. Tidak ada satu mediapun yang perlu dipakai dengan memindai media pembelajaran yang lainnya adanya tiap jenis media dapat digunakan sesuai dengan kegunaan masing-masing,
3. Setiap media pembelajaran tentu memiliki kelebihan dan kelemahan. Pembelajar perlu pandai memanfaatkan kelebihan dari suatu media di sesuaikan dengan tujuan intruksional yang akan dicapai.
4. Media pembelajaran apapun yang akan digunakan pembelajar perlu mengusahakan adanya partisipasi peserta didik dalam kegiatan belajar (CBSA)
5. Pada waktu akan menggunakan media intruksional perlu benar-benar memperhitungkan semua KSI.
Beberapa pedoman yang digunakan dalam memilih media pembelajaran antara lain:
1. Sebelum memilih media pembelajaran, pembelajar perlu menyadari bahwa tidak ada satupun media yang paling baik untuk mencapai semua tujuan. Semua, masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penggunaan berbagai media pembelajaran yang disusun dengan serasi dalam proses belajar mengajar akan mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran.
2. Pemilihan media hendaknya dilakukan secara objektif, artinya benar-benar digunakan dengan dasar pertimbangan efektivitas belajar pebelajar, bukan karena kesenangan pembelajar atau sekedar sebagai selingan.
3. Pemilihan media hendaknya memperhatikan syaray-syarat :
a. Sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b. Ketersediaan bahan media.
c. Biaya pengadaan,
d. Kualitas atau mutu teknik, penggunaan berbagai macam media pembelajaran.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran adalah
1. Media yang dipilih perlu sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran, metode mengajar yang digunakan serta karakteristik peserta didik yang belajar (tingkat pengetahuan pebelajar, bahasa pebelajar, dan jumlah pebelajar yang belajar).
2. Untuk dapat memilih media yang tepat, pembelajar perlu mengenal ciri-ciri dan tiap tiap media pembelajaran.
3. Pemilihan media pembelajaran perlu berorientasi pada pebelajar yang belajar, artinya pemilihan media untuk meningkatkan efektivitas belajar para peserta didik.
4. Pemilihan media perlu mempertimbangkan biaya pengadaan, ketersediaan bahan media, mutu media, dan lingkungan fisik tempat belajar.
Maka dari itu, wajar pemanfaatkan media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran dapat dipakai sebagai dasar media pembelajaran mempunyai kontribusi tidak sedikit pada keberhasilan pelajar. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti :Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, Karakteristik pebelajar atau sasaran, Jenis rangsangan belajar yang diinginkan, Keadaan lingkungan, Kondisi setempat, Luasnya jangkauan yang dilayani.

Sementara itu, Mulyani Sumantri menggaris bawahi tentang prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran yang layak, yakni sebagai berikut:

a. Media harus berdasarkan pada tujuan pembelajaran dan bahan ajar yang akan disampaikan.
b. Media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.
c. Media harus disesuaikan dengan kemampuan guru, baik dari pengadaannya maupun penggunaannya.
d. Media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat.

Guna melengkapi prinsip-prinsip pemilihan media pembejaran, kiranya penting juga ditambahkan paparan yang disampaikan Azhar Arsyad. Ia memberikan beberapa kriteria pemilihan media pembelajaran yang layak harus memperhatikan beberapa hal, antara lain:

a. Media yang digunakan harus sesuai dengan hasil yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
b. Isi dari media harus tepat untuk mendukung materi pelajaran, agar dapat membantu proses pembelajaran yang efektif, media harus sesuai dan selaras dengan kebutuhan pembelajaran dan kemampuan siswa.
c. Media sebaiknya praktis, luwes dan bertahan. Kriteria ini menuntun para guru untuk memilih media yang ada, yang mudah diperoleh, atau mudah dibuat oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan di mana pun dan kapan pun.
d. Guru terampil menggunakan media tersebut. Ini merupakan salah satu kriteria utama, apapun media yang digunakan guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat dari media ditentukan oleh guru yang menggunakannya.
e. Pengelompokan sasaran. Media yang layak dan efektif untuk sebuah kelompok kecil atau perorangan, belum tentu menjadi efektif jika digunakan dalam sebuah kelompok besar.
f. Mutu teknis. Pengembangan visual harus memenuhi persyaratan teknis tertentu, misalnya pada sebuah slide informasi utama yang disampaikan tidak boleh terganggu dengan elemen latar belakang.

Keberhasilan penggunaan media pembelajaran tergantung dari beberapa faktor, seperti proses kognitif dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu para ahli mengajukan prinsip-prinsip kelayakan media pembelajaran sehingga menghasilkan media pembelajaran yang efektif.

Azhar Arsyad
menyebutkan prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran antara lain:
a. Proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan dapat dibuat sedemikian rupa, misalnya dengan permainan instruksional, atau dengan yang lainnya.
b. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif. Dengan media pembelajaran yang baik, maka proses pembelajaran diharapkan akan menjadi lebih interaktif. Membuat media pembelajaran yang mudah digunakan oleh siswa,akan membuat siswa lebih tertarik dan berperan aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
c. Tersedia feedback (umpan balik). Media pembelajaran yang baik, seharusnya tersedia umpan balik atau feedback yang dapat dengan mudah dipahami oleh siswa, sehingga jika terdapat kesalahan yang dikerjakan siswa dapat dengan segera diketahui dan dipahami. Media pembelajaran yang menyediakan feedback dapat meningkatkan motivasi diri pada siswa, dengan menginformasikan hasil yang didapat oleh siswa saat mengerjakan.



DAFTAR PUSTAKA
Yogyakarta Rohmat.2015.Media Pembelajaran dalam Pelajaran Agama Islam (PAI).
:Gerbang Media
Rohmat.2011.Media Intruksional dalam Pelajaran Agama Islam. Yogyakarta:    Logung Pustaka
Rohmat.2014.Manajemen Pengembangan Media Pembelajaran Aplikasi dalam  Pelajaran Agama Islam. Yogyakarta: Gerbang Media
 Mulyani Sumantri, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: CV Maulana, 2001), hal. 156.
 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2006), hal 75-76.




16 komentar:

  1. Prinsip-Prinsip Multimedia untuk Pembelajaran

    Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran.
    12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :

    1) Prinsip Multimedia
    Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.

    2) Prinsip Kesinambungan Spasial
    Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.

    3) Prinsip Kesinambungan Waktu
    Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.

    4) Prinsip Koherensi
    Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.

    BalasHapus
  2. 5) Prinsip Modalitas Belajar
    Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.

    6) Prinsip Redudansi
    Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.

    7) Prinsip Personalisasi
    Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.

    8) Prinsip Interaktivitas
    Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.

    9) Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
    Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.

    10) Prinsip Perbedaan Individu
    9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.

    11) Prinsip Praktek
    Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.

    12) Pengandaian
    Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
    Kesimpulannya penggunaan multimedia (kombinasi antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar

    BalasHapus
  3. salah satu prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu alternatif pilihan. jelaskan.

    BalasHapus
  4. jelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?

    BalasHapus
  5. Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media pembelajaran yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan.
    Dengan demikian, pembelajar dapat menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih, jika terdapat beberapa media yang dapat dibandingkan. Selain yang telah disampaikan diatas, prinsip pemilihan media pembelajaran yaitu : Tujuan, Keterpaduan, Keadaan peserta didik, Ketersediaan, Mutu Teknis, Biaya.
    Selanjutnya yang perlu kita ingat bersama bahwa tidak ada satu mediapun yang sifatnya bisa menjelaskan semua permasalahan atau materi pembelajaran secara tuntas. Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran yang merujuk pada pertimbangan seorang pembelajar dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan mengajar.
    Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar

    BalasHapus
  6. Menurut saya multimedia yang cocok di gunakan di indonesia adalah multimedia yang dapat di jangkau oleh semua golongan dan menarik serta mengalami perkembangan setiap tahun

    BalasHapus
  7. mengapa siswa akan lebih memperhatikan teks tercetak dilayar daripada ke gambar yang berkaitan?

    BalasHapus
  8. menurut anda Apakah prinsip-prinsip ini harus berjalan seluruhnya?

    BalasHapus
  9. apakah keberhasilan proses pembelajaran akan tercapai bila prinsip2 ini telah dilakukan seluruhnya?

    BalasHapus
  10. karena teks yang tercetak di layar lebih menarik perhatian siswa di bandingkan dengan gambar meskipun hal ini berkaitan. Ini merupakan salah satu fungsi dari multimedia yaitu dapat menarik perhatian siswa

    BalasHapus
  11. menurut saya agar proses pembelajaran berjalan maksimal maka prinsip-prinsip tersebut diusahakan berjalan seluruhnya. Karena prinsip pemanfaatan manajemen pengembangkan media pembelajaran yang perlu diperhatikan secara serius seperti berorientasi pada tujuan pembelajaran, terpogram, terarah, bisa dimonitoring, dievaluasi, terukur, peluang memudahkan daya serap pebelajar, menjadikan pelajaran diterima oleh pebelajar, memungkinkan timbulnya rangsangan, menggerakkan apresiasi pebelajar, pelajaran menjadi menarik, kegiatan belajar mengajar dinamis dan menyenangkan.

    BalasHapus
  12. Menurut saya tercapai, apabila media pembelajarannya yang digunakan sudah cukup baik dan telah memenuhi prinsp-prinsipnya.

    BalasHapus
  13. Menambahkan :

    Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
    Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
    Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
    Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
    Proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif (interaktif) dalam proses belajar

    BalasHapus
  14. Menammbahkan :
    Manfaat Multimedia Pembelajaran
    Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan. Sedangkan keunggulan multimedia pembelajarn adalah sebagai berikut:
    · Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron, dan lain-lain.
    · Memperkecil benda yang sangat besar, yang tidak mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gajah, rumah, gunung dan lain-lain.
    · Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dan lain-lain.
    · Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju dan lain-lain.
    · Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun dan lain-lain.
    · Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

    BalasHapus
  15. menambahkan sedikit, Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film.
    Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh : multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll.

    BalasHapus
  16. Berikan contoh mengenai Alternatif Pilihan?

    BalasHapus