Efek Tyndall adalah terhamburnya cahaya oleh partikel koloid. Bila
seberkas sinar dilewatkan pada supspensi (dispersi pasir dalam air),
koloid (air teh), dan larutan (gula dalam air), dan dilihat tegak lurus
dari arah datangnya cahaya maka lintasan cahaya akan terlihat jejaknya
pada suspensi dan koloid, sedangkan larutan tidak akan tampak sama
sekali. Terlihatnya lintasan cahaya ini disebabkan cahaya yang
dihamburkan oleh partikel-partikelnya dimana pada saat itu melewati
suspensi atau koloid, sedangkan pada larutan tidak. Partikel koloid dan
suspensinya cukup besar untuk dapat menghamburkan sinar, sedangkan
partikel-partikel larutan berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat
menghamburkan cahaya.
Koloid
Terjadinya efek Tyndall pada koloid dipengaruhi oleh
sifat optik dan sifat kinetik yang dimiliki oleh koloid. Sifat Optik Koloid :
Ukuran partikel koloid yang lebih besar dari larutan sejati sengga cahaya yang
melewatinya akan dipantulkan. Arah pantulan ini tidak teratur karena partikel
koloid tersebar secara acak sehingga pantulan cahaya tersebut berhamburan ke
segala arah.Sifat Kinetik Koloid : Sifat partikel koloid yang selalu bergerak
ke segala arah. Gerakan partikel koloid ini selalu lurus dan akan patah bila
bertabrakan dengan partikel lain.
Adanya sifat optik dan kinetik pada koloid mengakibatkan koloid mengalami efek Tyndall. Seberkas cahaya yang dilewatkan pada sistem koloid akan menunjukkan adanya hamburan cahaya ke segala arah. Hamburan cahaya ini disebabkan karena partikel-partikel koloid yang tersebar secara acak akan memantulkan cahaya yang melewatinya. Intensitas hamburan cahaya dipengaruhi oleh ukuran partikel dan konsentrasi partikel koloid. Intensitas cahaya yang dihamburkan akan bertambah dengan bertambahnya konsentrasi partikel dan ukuran partikel .Hal ini dapat diteliti lebih lanjut dengan menggunakan mikroskop ultra. Pengamatan efek Tyndall yang dilakukan di bawah ultra mikroskop menimbulkan bintik-bintik sangat kecil yang memancarkan sinar. Jadi, partikel-partikel yang memancarkan sinar tersebut sangat kecil bahkan tidak tampak, tetapiyang tampak adalah pantulan sinar dari partikel-partikel sinar tidak akan tampak. Hal ini dikarenakan partikel-partikel koloid berada dalam keadaan ultra mikroskopik. Dapat disimpulkan bahwa efek Tyndall terjadi karena partikel koloid akan menghamburkan cahaya yang diterimanya ke segala arah. hal ini tidak terjadi pada larutan sejati, karena partikel-partikelnya yang sangat kecil sehingga tidak mengubah arah cahaya. Cahaya yang dilewatkan pada larutan sejati akan diteruskan.
Adanya sifat optik dan kinetik pada koloid mengakibatkan koloid mengalami efek Tyndall. Seberkas cahaya yang dilewatkan pada sistem koloid akan menunjukkan adanya hamburan cahaya ke segala arah. Hamburan cahaya ini disebabkan karena partikel-partikel koloid yang tersebar secara acak akan memantulkan cahaya yang melewatinya. Intensitas hamburan cahaya dipengaruhi oleh ukuran partikel dan konsentrasi partikel koloid. Intensitas cahaya yang dihamburkan akan bertambah dengan bertambahnya konsentrasi partikel dan ukuran partikel .Hal ini dapat diteliti lebih lanjut dengan menggunakan mikroskop ultra. Pengamatan efek Tyndall yang dilakukan di bawah ultra mikroskop menimbulkan bintik-bintik sangat kecil yang memancarkan sinar. Jadi, partikel-partikel yang memancarkan sinar tersebut sangat kecil bahkan tidak tampak, tetapiyang tampak adalah pantulan sinar dari partikel-partikel sinar tidak akan tampak. Hal ini dikarenakan partikel-partikel koloid berada dalam keadaan ultra mikroskopik. Dapat disimpulkan bahwa efek Tyndall terjadi karena partikel koloid akan menghamburkan cahaya yang diterimanya ke segala arah. hal ini tidak terjadi pada larutan sejati, karena partikel-partikelnya yang sangat kecil sehingga tidak mengubah arah cahaya. Cahaya yang dilewatkan pada larutan sejati akan diteruskan.
Suspensi
suspensi merupakan sistem dispersi yang
tidak stabil sehingga jika tidak diaduk terus menerus akan mengendap akibat
gaya gravitasi bumi. Cepat lambatnya suspensi mengendap tergantung pada besar
kecilnya ukuran partikel zat terdispersi. Semakin besar ukuran partikel zat
terdispersi, semakin cepat terjadinya proses pengendapan. Untuk memisahkan suspensi,
dapat dilakukan dengan proses penyaringan (filtrasi). Oleh karena ukuran
partikelnya besar, zat – zat yang terdispersi akan tertinggal di kertas saring. Endapan hasil reaksi berupa suspensi
yang ukurannya sangat kecil sangat sukar terpisah. Untuk mempercepat pemisahan,
dapat dilakukan dengan sentrifugasi dengan menggunakan alat sentrifugasi (alat
pemutar dengan kecepatan tinggi).
Larutan
adalah sistem dispersi yang ukuran
partikel – partikelnya sangat kecil sehingga tidak dapat dibedakan (diamati)
antara partikel pendispersi dengan partikel terdispersi, walaupun menggunakan
mikroskop dengan tingkat pembesaran yang tinggi (mikroskop ultra). Tingkatan
ukuran partikel larutan adalah molekul atau ion – ion sehingga larutan
merupakan campuran yang homogen dan sukar dipisahkan dengan penyaringan atau
alat sentrifugasi. Oleh karena
ukuran partikel zat terdispersi dengan medium pendispersinya hamper sama, sifat
zat pendispersi dalam larutan akan terpengaruh (berubah) dengan adanya
zat terdispersi. Sebagai contoh, jika ke dalam air ditambahkan garam dapur, air
akan membeku di bawah 0oC. Semakin banyak garam yang ditambahkan,
semakin besar penurunan titik bekunya.