Minggu, 19 Februari 2017

MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA (pengembangan e-learning dalam pembelajaran kimia (pembelajaran berbasis web))




1.      KONSEP PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan "web based learning" merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik (e-learning).
Pembelajaran Elektronik (e-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan Internet sebagai metode penyampaian, Interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya. Seiring kemajuan teknologi dan perubahan tren serta gaya hidup manusia yang cenderung bergerak secara dinamis (mobile), kebutuhan akan proses belajar jarak jauh atau yang biasa disebut dengan tele-edukasi semakin meningkat pula.
E-learning  salah satu bagian dari tele-edukasi memberikan alternatif cara  belajar baru dimana antara murid dan guru tidak berada pada ruang dan waktu yang sama, meskipun demikian, proses belajar dan mengajar tetap dapat berjalan dalam lingkungan virtual, oleh karena itu  E-learning  sering disebut juga dengan  Virtual Learning Enviroment (VLE).
E-learning tidak sama dengan pemebelajaran konvensional. E-learning memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut :
a.       Interactivity (Interaktivitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu.
b.      Independency (Kemandirian); flesibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning).
  1. Accessibility (aksesibilitas); sumber-sumber belajar jadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional.
d.      Enrichment (Pengayaan); kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informan seperti video streaming, simulasi dan animasi.

2.      FUNGSI DAN MANFAAT PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Fungsi web ialah sebagai alat komunikasi, karena sudah jelas bahwa Internet berfungsi sebagai alat komunikasi, yang mana dilakukan secara jarak jauh, misalnya saja, saudara anda berada sangat jauh dari keluarga anda, bahkan bisa juga orang yang tidak kita  kenalpun dapat berkomunikasi dengan kita, yang mana kita jauh dari daerah ataupun wilayahnya, bahkan benua pun kita dapat melakukan komunikasi dengan kita secara langsung. Dari sini dapat kita lihat bahwasannya manfaat yang dapat kita ambil ialah , menjadi  sarana silaturrahim dan persahabatan menjadi lebih baik dan juga akrab.
Dari sini tentu dapat kita ambil manfaat  dari internet yaitu sebagai penambah informasi dan wawasan ilmu pengetahuan. Tapi jangan lupakan bahwa, inforasi yang dapat di akses hanya yang bersifat umum saja, apabila pembahasan sudah masuk keranah yang lebih bahkan sangat khusus mungkn akan dilakukan proteksi dari server pada perihal tersebut.

3.      MEMILIH METODE PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Terdapat  dua langkah yang harus dilakukan untuk menentukan metode pembelajaran berbasis Web jenis apa yang cocok untuk diterapkan dalam suatu kondisi pembelajaran.
a.       Menentukan terlebih dahulu tipe pembelajaran yang akan disampaikan. Analisis kebutuhan dilakukan pada langkah ini, untuk menentukan ranah mana yang akan disentuh oleh proses pembelajaran ini, apakah kognitif, psikomotor, atau efektif. Cara untuk menganalisisi tujuan tersebut berada pada kelompok  highly Structured, yang mana kemampuan ini berhubungan dengan pengetahuan, pemahaman dan aplikasi yang digolongkan ke dalam  highly Structured.

b.      Pemilihan proses pembelajaran.Memilih tipe pembelajaran berbasis web yang paling tepat sesuai dengan tujuan, yang hendak dicapai. Didalam menentukan tepe pembelajran berbasis web mana yang paling tepat, pertama tentukan ranah, tentukan ranah pembelajaran yang paling merepresentasikan tujuan, yaitu, kognitif, psikomor, dan efektif.

4.      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Kelebihan Pembelajaran Berbasis WEB
            a.       Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari apapun.
  1. Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karaktristik dan langkahnya dirinya sendiri karen apembelajaran berbasis web membuat pembela-jaran menjadi bersifat individual.
  2. Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan belajar.
  3. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar.
  4. Dapat mendorong pebelajar lebih aktif dan mandiri di dalam belajar.
  5. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pemeblajaran. 
  6. Menyediakan mesin pencari yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan.
  7. Isi materi pelajaran dapat di-update dengan mudah.
Kekurangan Pembelajaran Berbasis WEB
           a.       Keberhasilan pembelajaran berbasis web tergantung paa kemandirian dan motivasi pembelajar.
  1. Akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar. 
  2. Pembelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapat peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup. 
  3. Dibutuhkannya panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang elevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat beragam.
  4. Dengan menggunakan pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi.

5.      METODE BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Metode  Blended Learning  memberikan kesempatan bagi peserta pembelajaran Online,  salah satunya, adalah untuk bertatap muka. Metode  Blended  yang demikian banyak diterapkan utamanya ketika kompetensi yang hendak dicapai adalah keterampilan (Psikomotorik) tertentu. Metode ini juga memberikan rasa keterkaitan pembelajar akan apa yang sedang dipelajarinya. Walaupun  Online Learning memberikan kemudahan bagi para pelajar untuk mengikuti pembelajaran dimana saja dan kapan saja. Pembelajar sebagai manusia, tetap memiliki keinginan untuk berada dalam suatu komunitas yang sesungguhnya. Dan hal ini dipandang penting dalam pembelajaran.

6.      PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN BERBASIS WEB

a.        Interaksi
Interaksi yang berkomunikasi dengan yang lain menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan belajar interaksi berarti kapasitas berbicara antarpeserta.  Interaksi membedakan antara pembelajaran berbasis web dengan pembelajan berbasis computer  ( computer-Based Instruction). Hal ini berarti yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web  tidak berkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang lain yang kemungkinan tidak berada pada lokasi atau waktu yang sama.
b.      Ketergantungan
Ketergantungan yang dimaksud adalah bagaimana siswa mudah menggunakan web. Ada dua prinsip dalam ketergantungan ini yaitu, konsistensi  dan kesederhanaan.Sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik dalam proses pembelajaran maupun materi dan aktivitas belajar lain.

7.      PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran untuk mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. “ throughindependent study, student become doers, as well as thinkers” (Cobine,1997). Informasi yang diberikan  server-computer  itu dapat berasal dari  commercial business, government, services, nonprofit organization, educational institutions,  atau artistic and cultural groups.
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :
a.       Dikemungkinan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas            daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas.
b.      Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa.
c.       Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing .
d.      Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing siswa.
e.       Adanya keakuratan dan keinginan materi pembelajaran.
f.       Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif.

8.      INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR
Internet jika digunakan dengan baik maka akan mampu memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai  informasi tentang pendidikan yang secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan siswa untuk keberhasilan belajarnaya.Berbagai macam sumber dalam belajar perlu diperhatikan, termasuk menjadikan internet sebagai sumber utama dalam belajar. Karena informasi apapun yang kita inginkan tersedia dengan berlimpah, tanpa memandang waktu dan tempat sehingga membuatnya lebih cocok disebut sebagai sumber utama dalam belajar.
Melalui internet dapat diakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan aktual dengan sangat cepat. Adanya internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Australia dalam bentuk  Digital Library. Sudah banyak pengalaman tentang kemanfaatan internet dalam penelitian dan penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat juga dilakukan melalui internet.
Para pengajar dapat memanfaatkan internet sebagai sumber bahan mengajar dengan mengakses rencana pembelajaran atau silabus  online  dengan metodologi baru, mengakses materi kuliah yang cocok untuk mahasiswanya, serta dapat menyampaikan ide-idenya. Sementara itu mahasiswa juga dapat menggunakan internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan memeperluas pengetahuan, belajar berinteraksi,  dan mengembangkan kemampuan dalam bidang apapun.

9.      INTERAKSI TATAP MUKA DAN VIRTUAL
Dalam Pembelajaran secara virtual Interaksi satu sama  lain dapat berkomunikasi langsung secara tatap muka. Ada tiga alasan mengapa interaksi tatap muka masih dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran ini.
a.       Perlunya interaksi untuk menjelaskan maksud dan mekanisme belajar yang akan dilalui  secara langsung dengan semua peserta didik.
b.      Perlunya memberikan pemahaman sekaligus pengalaman belajar dengan mengerjakan tugas secara kelompok dan kolaberatif pada setiap peserta didik.
c.       Perlunya pemberian pelatihan sekupnya dalam mengggunakan komputer yang akan digunakan sebagai media komunikasi berbasis web kepada setiap peserta didik.
Dengan menggunakan teknologi informasi seorang guru dapat memanfaatkan komputer sebagai  total teaching, dimana guru hanya sebagai fasilitator dan sisiwa dapat belajar dengan berbasis komputer baik dengan menggunakan model pembelajaran driils, tutorial, simulasi ataupun, instrucsioanl games.
Adanya kegiatan pembelajaran secara tatap muka yang masih di perlukan untuk mengontrol para peserta didik tentu juga digunakan guru menyampaikan pokok-pokok bahasan penting. Ceramah singkat dengan mengundang peserta didik untuk berpartisipasi langsung dalam diskusi sangat baik untuk dilakukan. Ini tentu saja membangun iklim partisipatoris dalam kelas mengerjakan tugas dalam kelompok maupun pribadi diberikan untuk melatih diri bekerja dalam kelompok.

10.  TEKNOLOGI PENDUKUNG E-LEARNING
E-Learning  memerlukan bantuan  teknologi. Oleh karena itu  dikanal dengan istilah komputer  assisted learning  (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan komputer, teknologi ini terus berkembang. Namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu
a.       Tecnologi based learning
b.      Tecnologi based web learning
Dalam pembelajaran sehari-hari yang dikenal dari teknologi tersebut (audio/data,video/data, audio/video). Teknologi ini juga dipakai pendidikan dalam jarak jauh artinya komunikasi antara murid dan guru bisa terjadi dengan keunggulan teknologi e-learning. Ada lima aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu email, Mailling List (mills), News group, File Transfer Protocol (FTC) dan World Wide Web (WWW).
Tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning,  yaitu : e-learning bersifat jaringan, yang membuat mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau menyimpulkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pelajaran dan informasi.

11.  PENGEMBANGAN MODEL E-LEARNING
Pengembangan model e-learning  dapat dibagi menjadi 3 diantaranya  web course, web centric course dan enhanced course.
a.       Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidakan, yang mana mahasiswa dan dosen sepenuhnya terpisah juga tidak bertatap muka secara langsung. Segala yang berhubungan dengan pengajaran seperti bahan, konsultasi, penugasan, latihan, ujian dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet.
b.      Web centric course  adalah pengguanaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dengan pembelajaran langsung  atau bertatap muka (konvensional). Dengan model pembelajaran ini maka sebagian materi belajar disampaikan memalui internat dan sebagian disampaikan saat bertatap muka, selain itu mahasiswa bisa mencari materi-materi belajar dari sumber lainny, yaitu situs-situs yang relevan.
c.       Web enhanced course adalah penggunaan internet pada model ini hanyalah untuk menunjang kualitas pembelajaran didalam kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara mahasiswa dengan dosen, sesama mahasiswa, anggota kelompok dan mahasiswa dengan narasumber lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan kecakapan dosen dalam menguasai teknik dalam mencari dan menemukan situs-situs internet, membimbing mahasiswa untuk mencari situs-situs yang relevan dengan perkuliahan, penyajian materi melalui  web dengan menarik, melayani dan membimbing melalui internet dan lain sebagainya.

12.  KELEBIHAN DAN KEKURANGAN E-LEARNING
Kelebihan e-learning diantaranya:
a.       Tersedianya fasilitas  e-moderating  dimana pengajar dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara reguler atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
b.      Siswa dapat belajar (me-review) bahan ajar setiap saat dan dimana saja apabila diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
c.       Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, maka siswa dapat melakukan akses di internet.
d.      Baik pengajar maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak.
e.       Berubahnya peran siswa dari yang pasif menjadi aktif.
f.       Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari Perguruan Tinggi atau sekolah konvensional dapat mengaksesnya.
Kekurangan dari model pembelajaran e-learning:
a.       Kurangnya interaksi guru dengan siswa dan atar sesama siswa.
b.      Proses lebih cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
c.       Guru dituntut tidak hanya mengetahui cara belajar secara konvensional tetapi juga harus mengetahui tehnik belajar ICT.
d.      Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar tinggi maka akan cenderung gagal.
e.       Tidak semua tempat memiliki akses internet.
f.       Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan dalam pengoprasian komputer dan internet.
g.      Kurangnya penguasaan personal dalam bahasa pemograman computer.


DAFTAR PUSTAKA :
 


Rusman. 2013. Pembelajaran Berbasis Teknologi INformasi dan Komunikasi. Depok :
     PT.RAJAGRAFINDO UTAMA
Azhar Arsyad. 2000 Media Pengajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

26 komentar:

  1. dari pernyataan berikut : Didalam menentukan tipe pembelajran berbasis web mana yang paling tepat, pertama tentukan ranah, tentukan ranah pembelajaran yang paling merepresentasikan tujuan, yaitu, kognitif, psikomor, dan efektif. bisa anda jelaskan mksud dari pernyataan ini ?

    BalasHapus
  2. Di langkah kedua dari pemilihan proses pembelajaran ini, adalah memilih tipe pembelajaran berbasis web yang paling tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Seperti menngunakan E-learning memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut : Interactivity (Inter yang mempunyai karakteristik aktivitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu. Independency (Kemandirian); flesibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning). Accessibility (aksesibilitas); sumber-sumber belajar jadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional. Enrichment (Pengayaan); kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informan seperti video streaming, simulasi dan animasi.berdasarkan beberapa karakteristik dari e learning tersebut medianya kita sesuaikan dengan materi yang akan di sampaikan sehingga tujuan yang hendak di capai dapat terwujud karena Untuk mulai memilih tipe pembelajaran berbasis web mana yang paling tepat, pertama tentukan ranah pembelajaran yang paling mempresentasikan tujuan, yaitu kognitif, psikomotor atau afektif

    BalasHapus
  3. Menurut anda nilai karakter apa sajakah yang bisa diambil dan dinilai pada siswa dalam pembelajaran e-learning?

    BalasHapus
  4. Menurut saya nilai karakter yang bisa diambil dari pembelajaran e-learning adalah sikap siswa dalam merespon tugas dan kuis yang di berikan melalui e-learning tersebut. Karena dalam hal ini guru tidak bisa menilai secara langsung sikap dari siswa tersebut karena tidak melakukan tatap muka.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. menurut anda proses pembelajran e-learning yang seperti apa yang dapat diterapkan agar dapat berjalan efektif bagi siswa?

    BalasHapus
  7. Apa saja kendala yang sering muncul dalam pengembangan proses pembelajaran dengan e-learning ini?

    BalasHapus
  8. bagaimana pembelajaran berbasis elearning dapat diterapkan pada daerah yang cukup jauh dr daerah perkotaan?

    BalasHapus
  9. Untuk pembelajaran e-learning dapat diterapkan dan dijalankan secara efektif maka media pembelajaran e-learning harus memenuhi Tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning, yaitu : e-learning bersifat jaringan, yang membuat mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau menyimpulkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pelajaran dan informasi

    BalasHapus
  10. Biasanya kendala yang muncul dalam pengembangan proses pembelajaran dengan e-learning ini adalah pada koneksi jaringan internetnya,jika koneksi internetnya sulit maka proses pembelajaran e-learning pun sulit di kembangkan

    BalasHapus
  11. Menurut saya sangat sulit proses pembelajaran e-learning di terapkan di daerah yang jauh dari perkotaan karena biasanya daerah yang jauh dari perkotaan koneksi internet tidak cepat sepeti di kota dan terkadang tidak bisa koneksi

    BalasHapus
  12. sedikit menambahkan
    E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
    Komponen yang membentuk e-Learning adalah:
    1. Infrastruktur e-Learning: Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
    2. Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas kita.
    3. Konten e-Learning: Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Depdiknas cukup aktif bergerak dengan membuat banyak kompetisi pembuatan multimedia pembelajaran. Pustekkom juga mengembangkan edukasi.net yang mem-free-kan multimedia pembelajaran untuk SMP, SMA dan SMK. Juga mari kita beri applaus ke pak Gatot (Biro PKLN) yang mulai memberikan insentif dan beasiswa untuk mahasiswa yang mengambil konsentrasi ke Game Technology yang arahnya untuk pendidikan. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten

    BalasHapus
  13. apakah e-learning saat ini sudah bisa dirasakan manfaatnya bagi pelajar?

    BalasHapus
  14. untuk didaerah perkotaan menurut saya e-learning saat ini sudah dirasakan manfaatnya bagi pelajar dikarenakan fasilitasnya sudah mendukung. tapi kemungkinan didaerah yang jauh dari kota yang sulit menerapkan pembelajaran e-learning dan manfaatnya belum terlalu dirasakan.

    BalasHapus
  15. Apa saja faktor dalam pengembangan e-learning dalam pembelajaran kimia (pembelajaran berbasis web)?

    BalasHapus
  16. seefektif apakah e-learning unuk dikembangkan dalam pembelajaran kimia?

    BalasHapus
  17. Keberhasilan e-learning ditunjang oleh adanya interaksi maksimal antara guru dan siswa, antara siswa dengan berbagai fasilitas pendidikan, antara siswa dengan siswa lainnya, dan adanya pola pembelajaran aktif dalam interaksi tersebut.
    Bila pembelajaran bebasis pada web, maka diperlukan adanya pusat kegiatan siswa, interaksi antar kelompok, administrasi penunjang sistem, pendalaman materi, ujian, perpustakan digital, dan materi online. Dari sisi Teknologi informasi; dunia Internet memungkinkan perombakan total konsep-konsep pembelajaran yang selama ini berlaku.

    BalasHapus
  18. Program e-learning yang efektif dimulai dengan perencanaan dan terfokus pada kebutuhan bahan pelajaran dan kebutuhan siswa. Teknologi yang tepat hanya dapat diseleksi ketika elemen-elemen ini dimengerti secara detil. Kenyataannya, kesuksesan program e-learning berhubungan dengan usaha yang konsisten dan terintegrasi dari siswa, kelas , falilitator, staf penunjang, dan administrator. Dan jika e-learning diterapkan untuk pembelajaran kimia menurut saya dapat berjalan efektif

    BalasHapus
  19. Jelaskan dan beri contoh karakteristik pengayaan elearning !

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengayaan e learning merupakan bentuk dari evaluasi e learning sehingga siswa dapat memperbaiki nilai nilai yang sebelumnya.contoh karakteristik pengayaan e learning adalah pemberian tugas kembali kepada siswa.

      Hapus
  20. apa saja karakteristik-karakteristik dari e-learning ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana pengajar dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara reguler atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
      b. Siswa dapat belajar (me-review) bahan ajar setiap saat dan dimana saja apabila diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
      c. Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, maka siswa dapat melakukan akses di internet.
      d. Baik pengajar maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak.
      e. Berubahnya peran siswa dari yang pasif menjadi aktif.
      f. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari Perguruan Tinggi atau sekolah konvensional dapat mengaksesnya.

      Hapus
  21. Keberhasilan pembelajaran berbasis web tergantung paa kemandirian dan motivasi pembelajar,bagaimana anda mewujudkan kemandirian dan motivasi siswa agar media ini berhasil penggunaannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan sering memberikan tugas setiap minggu kepada siswa sehingga siswa nanti dengan sendirinya akan terbiasa menjadi mandiri dan karena tugasnya dinilai maka siswa akan termotivasi untuk belajar

      Hapus
  22. Perbedaan antara pembelajaran e-learning dengan tradisional. Pada pembelajaran e-learning, pelajar menjadi fokus utamanya. Sedangkan, pembelajaran tradisional, guru dianggap orang yang paling mengetahui segala sesuatu dan ditugaskan menyalurkan ilmu pengetahuan kepada muridnya. Jadi, dalam suasana e-learning akan memaksa pelajar untuk aktif dalam proses pembelajarannya. Sehingga, pelajar harus membuat perencanaan dan mencari materi dengan usaha dan inisiatif sendiri. E-learning dapat menggantikan guru dalam arti sebenarnya. E-learning akan menjadi suplemen dan komplemen wakil guru yang mewakali sebagai sumber belajar yang penting di dunia.

    Pengembangan model e-learning merupakan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Dalam hal ini Rosenberg (2001) mengkatagorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning, yaitu: (a). E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi. Persyaratan ini sangat penting sehingga dikatakan sebagai persyaratan absolut. (2) e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar teknologi internet. CD ROM, Web TV, Web Cell Phones, Pagers, dan alat bantu digital personal lainnya walaupun bisa menyiapkan pesan pembelajaran tetapi tidak bisa digolongkan sebagai e-learning. (3) e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradigma tradisional dalam pelatihan.

    BalasHapus
  23. Jelaskan lebihn detail mengenai karakteristik e-learning bagian Pengayaan serta apa saja kekurangannya?

    BalasHapus